Baca Lainnya :

Dalam sambutannya Eddie Nalapraya berpesan, bahwa pencak silat harus dikelola dengan baik dan benar agar bisa terus mendunia. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta (1984-1987) kelahiran Tanjung Priok, 6 Juni 1931 ini disebut sebagai ‘Bapak Pencak Silat Dunia’ karena kontribusinya yang besar kepada Pencak Silat, olahraga bela diri asli kebanggaan bangsa Indonesia.
“Pencak Silat sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda jika tidak dikelola dengan baik, UNESCO dapat mencabut itu, semoga dengan adanya KPSTI, pencak silat tradisi Indonesia, bisa menjadi semakin baik lagi,” ujar Eddie Nalapraya, Minggu (25/8/2024).
“Dulu silat dibilang olahraga kampungan, Namun sekarang bisa mengharumkan nama bangsa Indonesia,” pungkas Eddie Nalapraya.
Di usianya yang tidak lagi muda (93 tahun), Eddie Nalapraya masih tetap semangat jika terkait urusan pencak silat, meskipun sekarang Ia sudah duduk di atas kursi roda, hal ini terbukti saat sesi foto bersama seluruh peserta sarasehan, Eddie Nalapraya tampak masih bisa memamerkan jurus-jurus silatnya sambil berpose.
Bahkan beliau masih hafal para sahabatnya yang dulu berjuang bersama-sama mengembangkan pencak silat seni beladiri Indonesia agar diakui dunia.
Sebagai pembicara pertama, Itje Chodijah menyampaikan paparannya mengenai action kita setelah pencak silat menerima penghargaan oleh UNESCO.
Seperti diketahui, UNESCO secara resmi telah menetapkan Pencak Silat sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Selain karena faktor sejarah, pencak silat diusulkan karena memiliki dampak positif terhadap perkembangan karakter masyarakat.
Penetapan tersebut dilakukan saat sidang ke-14 Intergovernmental Commitee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di Bogota, Kolombia.
Sidang tersebut sepakat menetapkan bahwa pencak silat masuk ke dalam UNESCO Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity.
“Jadi sekarang ini tugas kita adalah bagaimana menjawab kepercayaan yang telah diberikan oleh UNESCO, semoga saja dengan adanya KPSTI kedepannya pencak silat dapat semakin kuat, dan KPSTI akan mempunyai kontribusi yang besar dalam upaya pelestarian pencak silat,” ucap Itje.
Sementara itu, Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan Kemendikbudristek, Restu Gunawan, dalam sambutannya mengatakan, bahwa Kemendikbudristek berencana mengintegrasikan pencak silat ke dalam pendidikan karakter seperti kegiatan ekstrakurikuler ataupun festival kompetisi. Semuanya dilakukan sebagai bagian dari upaya pelestarian pencak silat sendiri.
“Pelestarian kan paling efektif kalau kita pakai kita gunakan kalo kita aktifkan dalam bentuk kegiatan kegiatan,” ujarnya.
“Semoga saja dengan terbentuknya KPSTI ini nantinya akan menjadi rumah bagi para pegiat pencak silat di Indonesia,” pungkas Restu.
Di akhir acara Ketua Umum terpilih KPSTI, Dr. Nur Ali., M.Pd, menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh peserta yang hadir dalam acara sarasehan tahun ini, semoga amanah yang diembannya ini dapat Ia jalankan dengan baik.
“KPSTI siap memberikan kontribusinya dalam upaya melestarikan seni beladiri diri pencak silat, khususnya silat tradisi,” ucap Nur Ali.
Acara ditutup dengan pengukuhan Ketua Umum KPSTI terpilih oleh Kemendikbudristek, dilanjutkan sesi foto bersama para pengurus cabang. (hel)

